Manajemen Kaderisasi Menuju Organisasi Modern

Jumat, 17 Januari 2020 
Pukul 20.30-23.00 WIB 
Pemateri : Arven dan M Yunus Pakiah Batuah 

HmI sebagai organisasi yang telah utuh dan sistematis, belakangan kekurangan sumberdaya kader yang berkualitas. HmI seharusnya menjadi tempat berhimpun, berinteraksi, bekerjasama, sinergi, dan kolaborasi. Karakter dan perilaku (akhlak) kader HmI tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman saat ini. 

Kader HmI perlu melakukan pendataan dan pemetaan jaringan. HmI yang ada di 216 cabang dengan lebih dari 1000 komisariat, jika saja ada 30 kader aktif di tiap komisariat, maka ada sekitar 3000 kader. Tanggung jawab kita dan juga semua shareholder HMI adalah untuk melakukan perbaikan interkoneksi secara menyeluruh dan terencana. Kemudian siapa yang akan mengeksekusi nya ada pada orang perorang dan yang bertanggung jawab secara penuh adalah pengurus HMI keseluruhan di Indonesia maupun di luar negeri. 

Konsekuensi pengurus adalah kepemimpinan yang mengorganisir semua potensi yang ada baik manusia, lingkungan, dan terutama anggotanya maka hal yang utama dalam HMI adalah manusia atau mahasiswa yang disebut dengan Insan Cita HMI. Lalu bagaimana Harapan Bersama dari peserta kongres yang termaktub dalam hasil Kongres mulai dari AD/ART, tafsir, tujuan, NDP, pedoman perkaderan, dan kelembagaan yang menjadi wadah legal untuk menempa diri bisa tercapai dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Rektor Baru Idaman Mahasiswa IPB

Paradigma dalam Ideologi dan Paradigma Materialisme

Reorientasi Gerakan Politik Mahasiswa