Esensi Ajaran Islam tentang Ilmu Pengetahuan (Pendalaman Nilai-Nilai Dasar Perjuangan)
Jumat, 17 Januari 2020
Pukul : 22.00-23.59 WIB
Pemateri : MHR Shikka Songge
Sejak Nabi Muhammad SAW diberikan wahyu pertama oleh Allah SWT perintah Nya adalah kewajiban
untuk belajar. Kata Iqra' adalah keharusan membaca realitas sekitar dengan cara pandang Tuhan.
Pembelajaran manusia yang seumur hidup sejak dari lahir hingga kematian memerlukan pedoman. Salah
satu keuntungan menjadi kader HmI adalah adanya NDP sebagai pedoman dalam perjuangan tersebut.
NDP dijadikan dasar Islam tentang ilmu pengetahuan untuk kerangka berpikir, tindakan, dan tatanan
pranata sosial (aksiologi). Tahun 1968 pola kader Islam dalam HmI memiliki format yang berbeda setiap
cabang. Ini menjadi keresahan karena organisasi nasional tidak mempunyai standar yang sama sangat
berbahaya. Kemudian lahirlah NDP sebagai cara pandang kader HmI dalam kehidupan dunia dan akhirat.
7 bab yang ada dalam NDP adalah inti sari Al Quran yang antar bagian nya saling terkait dan
menjelaskan.
BAB 1 NDP adalah Dasar Dasar Kepercayaan.
Surat pertama Al Quran yaitu surat Al Fatihah menegaskan
eksistensi keberadaan Tuhan sekaligus perintah untuk tidak menyandarkan apapun pada sesuatu yang
lemah. Ini berarti kewajiban manusia sebagai hamba Allah untuk menyembah hanya kepada Nya.
Kepercayaan yang dimaksud adalah keyakinan atas adanya kuasa sang maha pencipta. Hal tersebut
dijelaskan dalam surah Al Muminun ayat 12-16 yang bercerita secara runut dan rinci proses
pembentukan manusia secara utuh.
BAB 2 NDP adalah Pengertian Pengertian Dasar tentang Kemanusiaan.
Surah Al Baqarah ayat 30
menceritakan penunjukan manusia untuk berperan sebagai khalifah di muka bumi. Khalif artinya
pengganti, mengisi ruang kosong. Manusia sebagai wakil Tuhan.
BAB 3 adalah Kemerdekaan Manusia (Ikhtiar) dan Keharusan Universal (Takdir).
Ikhtiar tanpa ilmu tidak
akan mendapat takdir. Allah melihat perjuangan kita untuk kemudian ditentukan takdir Nya. Ini berarti
perlu adanya hubungan transdental antara manusia dengan Tuhan.
BAB 4 adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dan Perikemanusiaan.
Makin baik hubungan manusia dengan
Tuhan, akan membentuk kualitas individu. Tuhan akan melihat mana hamba Nya yang memang semata
mata mengabdikan diri pada sang pencipta.
BAB 5 adalah Individu dan Masyarakat.
Kualitas individu yang baik akan menciptakan sosial komunitas
kemasyarakatan yang baik pula. Ketika masing masing sudah selesai dengan dirinya sendiri, maka secara
naluriah manusia sebagai makhluk sosial akan saling berinteraksi dan mencapai tujuan bersama.
BAB 6 adalah Keadilan Sosial dan Keadilan Ekonomi.
Kedua keadilan ini bisa dicapai ketika kita mampu
menduduki posisi strategis pengambil kebijakan. Namun kembali haruslah orang yang beriman dan
berilmu untuk mengamalkan hal tersebut. Saat sudah di posisi strategis kita tidak boleh sombong dan
semena mena menggunakan kekuasaan karena itu merupakan amanah dari Allah. Allah akan dengan
mudah menggunakan kuasa Nya untuk merubah itu semua seperti tertulis dalam surah
Ali imron 26 27 28.
BAB 7 adalah Kemanusiaan dan Ilmu Pengetahuan.
Salah satu hal untuk mengimani Allah adalah dengan
terus menerus belajar. Dengan belajar dan mencari kebenaran ilmu pengetahuan, kita bisa semakin
berguna di masyarakat dan mewujudkan makna adil Makmur yang sesungguhnya dengan bidang
pengabdian yang kita geluti.
![]() |
| Dokumentasi bersama MHR Shikka Songge dan rekan seperjuangan LK 2 HMI Cabang Jakarta Selatan |


Komentar
Posting Komentar