Teori Perubahan Sosial: Pengantar Diskusi
Senin, 13 Januari 2020
Pukul 16.30 - 18.30 WIB
Pemateri: Dr. Rifma Ghulam Dzaljad, M.Si.
Semakin tinggi ilmu seorang ilmuwan, bila dia tanpa keyakinan akan cenderung tidak percaya tanpa
Tuhan. Charles Darwin dan Stephen Hawking adalah contoh ilmuwan modern yang tidak bertuhan.
Kecerdasan intelektual yang tidak disertai dengan keimanan hanya akan mengarahkan cenderung
kepada kesesatan. Pada akhirnya kesimpulan dari hasil temuan mereka tidak lengkap karena ada bagian
yang terlewatkan. Ilmu pengetahuan yang terbatas harus selalu dilengkapi dengan keyakinan. Keyakinan
mampu memenuhi keterbatasan ilmu pengetahuan. Keyakinan merupakan wahyu. Wahyu tidak bisa
terintervensi oleh akal karena datang langsung dari Tuhan.
Ketuhanan akan menghasilkan agama. Agama memproduksi kebudayaan karena cenderung memiliki
nilai nilai kebenaran yang kemudian dipertahankan dalam waktu lama.
Kebudayaan adalah bagian dari kompleksitas agama. Kebudayaan sangat mempengaruhi perkembangan
peradaban.
Perkembangan peradaban manusia dibagi tiga menurut periode:
Masa agraris: mitologisasi, mistikasi, sakralisasi
Masa dimana manusia masih menganut sistem kepercayaan animisme dan dinamisme atau hal hal
ghaib.
Masa industrialisasi: produksi, budidaya
Manusia mulai menemukan teknologi untuk memudahkan hidupnya.
Masa globalisasi: era teknologi informasi, lintas batas
Pengembangan teknologi yang menyebabkan pertukaran informasi dari belahan dunia.
Third wave Alvin Toffler
1. Sebelum masehi-1790: nomaden, keluarga besar
Manusia masih berpindah pindah tempat untuk mencari tempat tinggal yang ideal. Keluarga berjumlah
besar untuk mempertahankan keturunan.
2. 1790-1970: mesin uap, keluarga inti
Penggunaan teknologi secara masif. Manusia mulai oportunis untuk menambah keturunan karena
kebutuhan yang harus dipenuhi makin banyak namun Sumberdaya yang tersedia makin sedikit.
3. 1970-2000: energi terbarukan, keluarga pragmatis
Habisnya energi fosil menyebabkan manusia harus mencari alternatif lain. Manusia semakin pragmatis
dengan konsep keturunan karena lebih menimbang peluang terkait kesejahteraan kehidupan.
==
Ishlah dan Taghyir
Ishlah dan Taghyir adalah konsep perubahan sosial dalam Islam. Keduanya memiliki persamaan dan
perbedaan.
Ishlah adalah perubahan sesuatu secara parsial. Cenderung pada hal hal yang penting saja, karena yang
lain dianggap tidak mempengaruhi.
Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka
yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka
mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang
kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada dan Allah tidak menyukai orangorang zalim dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orangorang kafir. (Ali Imron 140-141)
Dari ayat diatas, perubahan haruslah segera dimulai meskipun dari hal yang kecil. Keterbatasan tersebut
menjadi evaluasi bagi peradaban selanjutnya untuk melakukan perbaikan.
Taghyir adalah perubahan total menyeluruh secara lengkap karena semua unsur yang ada saling
mempengaruhi. Atau Taghyir bisa disebut juga revolusi.
Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu
miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah, musuhmu, dan orang-orang
selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu
infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi
(dirugikan). (Al Anfaal 60)
Aktifis saat ini harus memiliki kemampuan melakukan tafsir sosial, teori sosial, dan new social
movement. Dengan demikian, Islam dapat segera berjaya kembali.
Komentar
Posting Komentar