Ideopolitorstratak

Kamis, 16 Januari 2020 
Pukul: 14.00-16.00 WIB 
Pemateri: Viva Yoga Mauladi 

Ideopolitorstratak adalah materi khas HmI sejak 1963 yang seharusnya diberikan pada LK1 agar lebih dini menguasai. Ideologi sebagai nilai, politik sebagai wilayah, dan organisasi sebagai sarana untuk mencapai tujuan dengan strategi dan taktik. 

Kita harus Selesai membedakan antara ajaran agama Islam dengan Ideologi. Islam adalah landasan yang mendasari kita untuk berideologi karena merupakan firman Tuhan langsung. Adapun beberapa prinsip perbedaannya adalah; 

Ideologi : pikiran manusia, lokal, dunia 
Islam : wahyu, universal, dunia akhirat 

Islam dalam prakteknya bisa dijadikan sumber Ideologi. Keyakinan dan nilai nilai diterapkan melalui penerapan dalam kehidupan. Nilai nilai Islam adalah nilai nilai yang mendominasi Ideologi negara Indonesia Di Indonesia sempat terjadi pergolakan pemberontakan untuk mengganti ideologi. Ideologi komunis mulai menyebar untuk mengganti Pancasila dan membredel berbagai organisasi Islam. Politik yang dilakukan HmI untuk mempertahankan diri adalah dengan merapat ke Istana untuk mendapat mandat dari Bung Karno hingga akhirnya dipersenjatai ABRI. 

Di awal kemerdekaan, ideologi menjadi sangat penting untuk melandasi negara. Pergolakan terjadi karena semua orang yang merasa memahami hal tersebut ingin melakukan intervensi atas apa yang sudah jadi kesepakatan. Indonesia sebagai negara baru dianggap perlu banyak belajar dari bangsa lain. Ideologi di dunia yang bermacam macam menjadi pilihan disesuaikan dengan kondisi masyarakat di Indonesia. Adapun beberapa Ideologi tersebut dikelompokkan dengan arah pergerakan adalah; 

Ekstrem kiri: radikal, memperjuangkan perubahan, komunisme 
Kiri: liberal, mencoba melakukan perubahan, sosialisme 
Central: moderat, post modernisme 
Kanan: konservatif, bertahan dengan tradisi lama 
Ekstrem kanan: reaksionaris, berupaya menghidupkan kembali tradisi lama, fasisme 

Masing masing blok memiliki konsentrasi isu perjuangan antara lain; 

Kiri: HAM, gender equity, kebebasan individu, internasionalisme 
Kanan: elitisme, property right, tradisi 

Perjuangan tiap Ideologi untuk diterapkan di suatu negara memerlukan politik agar tercapai tujuannya. Oleh karena itu, politik sangat penting dipelajari bagi kader HmI. Politik di HmI dijadikan sebagai basic knowledge, kader HmI harus mengerti dan tidak terjerumus di politik praktis. Politik praktis adalah cara cara merebut kekuasaan untuk kepentingan golongan sesaat. Dengan demikian, niat membawa perubahan harus disertai dengan amal baik dan kompetensi. Kompetensi tersebut adalah tugas yang harus dikerjakan oleh kader HmI. 

Dua tugas kader HmI adalah menguasai ilmu spesialis, fakultatif, dan menjadi ekspertise. Bila kita memiliki ilmu maka akan terhindar dari marjinalisme yang tidak dibutuhkan masyarakat dan tidak disukai pasar. Kader HmI harus menjadi pemimpin yang mengembangkan humaniora, berpikir komprehensif dan holistik. Syarat yang harus dimiliki kader untuk mencapai tujuan: iman yang kuat, ilmu yang luas, ideologi yang sesuai, organisasi, penguasaan teknologi. Setiap kader harus menjadi muslim yang intelektual dan profesional. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Rektor Baru Idaman Mahasiswa IPB

Paradigma dalam Ideologi dan Paradigma Materialisme

Reorientasi Gerakan Politik Mahasiswa