Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Reorientasi Gerakan Politik Mahasiswa

Gambar
Senin, 13 Januari 2020  Pukul 20.00-22.00 WIB  Pemateri: Betty Epsilon Idroos, M.Si T eori perubahan sosial bisa dikaji melalui struktur fungsional dan konflik (Karl Marx). Kedua hal ini bisa dipelajari sendiri dari berbagai sumber yang banyak tersedia di Internet. Untuk malam ini, Yunda Betty menitik beratkan bahasan orientasi pada penyadaran dan pengingatan tentang ke-Hmi-an. Menurut Cascio dalam Sedarmayanti (2010:114), orientasi adalah pengakraban dan penyesuaian dengan situasi atau lingkungan. Reorientasi yang dimaksud oleh Yunda Betty adalah evaluasi HmI sekarang ini dengan kesesuaian berbagai hal dalam anggaran dasar.  HmI kini terlalu sibuk dengan berbagai hal politik dan sejenisnya yang justru secara tidak langsung merusak organisasi. Politik adalah seni mencapai tujuan untuk kebaikan bersama (Aristoteles). Reorientasi politik yang dimaksud adalah pengembalian arah dan tujuan mahasiswa untuk memberi kebermanfaatan.  Jauh sebelum itu, HmI seb...

Dinamika Isu Keagamaan di Dunia

Gambar
Selasa, 14 Januari 2020  Pukul 09.30-12.00 WIB  Pemateri: Abdullah Hehamahua  Kejayaan umat Islam disebabkan karena sistem nilai yang ada pada ajaran Al Quran dan Hadits. Aqidah, Syariah, dan akhlak yang selalu menyertai keduanya adalah ajaran yang paling mendasari. Sekarang hal hal tersebut perlahan meluntur seiring perkembangan zaman dan kuatnya pengaruh westernisasi. Agama yang seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan, kini makin terintervensi dengan berbagai kepentingan. Sosial politik begitu mempengaruhi kejayaan Islam hingga kondisinya memprihatinkan saat ini.  Nabi Muhammad SAW adalah sebaik baiknya teladan. Selama masa perjuangan, beliau selalu mencontohkan kebaikan. Rasul memfokuskan dakwah tentang aqidah pada saat di Madinah untuk mendasari masyarakat berkehidupan. Saat hijrah dan bertemu dengan kaum Anshar, Rasul langsung mengusulkan pembangunan masjid. Di zaman tersebut, semua peradaban dimulai dari masjid. Masjid memiliki banyak fungsi sep...

Teori Perubahan Sosial: Pengantar Diskusi

Senin, 13 Januari 2020  Pukul 16.30 - 18.30 WIB  Pemateri:  Dr. Rifma Ghulam Dzaljad, M.Si. Semakin tinggi ilmu seorang ilmuwan, bila dia tanpa keyakinan akan cenderung tidak percaya tanpa Tuhan. Charles Darwin dan Stephen Hawking adalah contoh ilmuwan modern yang tidak bertuhan. Kecerdasan intelektual yang tidak disertai dengan keimanan hanya akan mengarahkan cenderung kepada kesesatan. Pada akhirnya kesimpulan dari hasil temuan mereka tidak lengkap karena ada bagian yang terlewatkan. Ilmu pengetahuan yang terbatas harus selalu dilengkapi dengan keyakinan. Keyakinan mampu memenuhi keterbatasan ilmu pengetahuan. Keyakinan merupakan wahyu. Wahyu tidak bisa terintervensi oleh akal karena datang langsung dari Tuhan.  Ketuhanan akan menghasilkan agama. Agama memproduksi kebudayaan karena cenderung memiliki nilai nilai kebenaran yang kemudian dipertahankan dalam waktu lama. Kebudayaan adalah bagian dari kompleksitas agama. Kebudayaan sangat mempengaruhi perke...

Indonesia sebagai Kekuatan Ekonomi Islam di Dunia

Gambar
Rabu, 15 Januari 2020  Pukul 20.00-22.00 WIB  Pemateri : Kamrussamad  Umat Islam merupakan mayoritas di Indonesia. Secara tidak langsung, ekonomi yang dijalankan harus bernilai keIslaman meskipun sistem ekonomi negara ini tidak berasaskan Islam. Hal tersebut bukan suatu hal yang membatasi gerak umat Islam dalam menguasai ekonomi. Keinginan menguasai bidang ekonomi adalah bentuk kepedulian terhadap umat karena untuk meningkatkan kesejahteraan.  Dalam konsep ekonomi keumatan, pemberdayaan adalah teladan yang harus diberikan. Umat akan menerima konsep Islam dalam Ekonomi ketika sudah berhasil memberikan bukti dan dampak positif terhadap masyarakat umum. Kader HmI harus berperan aktif dalam upaya tersebut sesuai dengan usaha yang tertuang dalam Anggaran Dasar. Usaha yang diharapkan dimulai sejak sedini mungkin dan dari hal kecil. Hal kecil yang berarti bukan upaya minimal, tetapi justru semaksimal mungkin dalam lingkup yang terukur.  Dalam memulai b...

Ideopolitorstratak

Kamis, 16 Januari 2020  Pukul: 14.00-16.00 WIB  Pemateri: Viva Yoga Mauladi  Ideopolitorstratak adalah materi khas HmI sejak 1963 yang seharusnya diberikan pada LK1 agar lebih dini menguasai. Ideologi sebagai nilai, politik sebagai wilayah, dan organisasi sebagai sarana untuk mencapai tujuan dengan strategi dan taktik.  Kita harus Selesai membedakan antara ajaran agama Islam dengan Ideologi. Islam adalah landasan yang mendasari kita untuk berideologi karena merupakan firman Tuhan langsung. Adapun beberapa prinsip perbedaannya adalah;  Ideologi : pikiran manusia, lokal, dunia  Islam : wahyu, universal, dunia akhirat  Islam dalam prakteknya bisa dijadikan sumber Ideologi. Keyakinan dan nilai nilai diterapkan melalui penerapan dalam kehidupan. Nilai nilai Islam adalah nilai nilai yang mendominasi Ideologi negara Indonesia Di Indonesia sempat terjadi pergolakan pemberontakan untuk mengganti ideologi. Ideologi komunis mulai menyebar u...

Paradigma dalam Ideologi dan Paradigma Materialisme

Gambar
Kamis, 16 Januari 2020  Pukul : 16.00-18.00 WIB  Pemateri : Mohammad Nasih  Ideopolitorstratak sebagai materi wajib LK 2 secara tidak langsung mengarahkan pesertanya yang lulus harus menjadi politisi. Adapun capaian materi ini adalah kader HmI yang berpikir Ideologis, berwawasan politis, berpikir strategis, dan bertindak taktis.  Sebelum lebih jauh membahas hal tersebut. Para kader harus dikembalikan ke ajaran utama gerakan ini yaitu Al Quran dan Hadits. Kader HmI kini sudah jauh dari dua tuntunan utama tersebut. Sehingga bukan suatu hal aneh bila banyak kader yang justru tidak sesuai dengan ajaran yang seharusnya. Bahkan bila perlu, meninjau ulang arti dari kader itu sendiri. Kader berasal dari kata cadre yang berarti bingkai, maksudnya adalah menjadi pemisah, membatasi, meluruskan, dan menegakkan.  Kader HmI menurut organisasi secara tidak langsung harus menegakkan ajaran Islam. Islam bukan agama toleransi, tapi agama dakwah. Cara dakwah haru...

Pancasila sebagai Titik Temu Agama dan Negara

Rabu, 15 Januari 2020  Pukul 14.00-16.00 WIB  Pemateri: Fahmi Dzikrillah  Pancasila adalah karya besar bangsa Indonesia. Sesuatu yang sudah final dan tidak perlu diperdebatkan. Pancasila adalah falsafah hidup bahagia berbangsa dan bernegara (Yudi Latif). 74 tahun sejak kemerdekaan Indonesia saat Pancasila disahkan sebagai dasar negara, kita masih belum bisa secara utuh mengamalkan sila dan nilai nilai yang ada. Tugas besar HmI sesuai dengan tujuan didirikannya harus ikut serta penyelesaian permasalahan sosial kebangsaan seperti hal tersebut. Mission HmI relevan dengan visi Indonesia. Kita harus fokus mewujudkan visi Indonesia yang tertuang dalam alinea ke 2 Pembukaan UUD 1945 yaitu bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.  Permasalahan lama yang baru ramai kembali diperbincangkan adalah kesesuaian Pancasila dengan relevansi saat zaman ini. Sila pertama sekarang seakan menjadi fenomena massal di hampir seluruh wilayah Negara. Padahal dari sejak pengesahannya...

Bhinneka Tunggal Ika dalam Perspektif Islam

Jumat, 17 January 2020  Pukul : 13.30-15.30 WIB  Pemateri : Rizhy Firmansyah  Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “یُعْلَى وَلاَ یَعْلُوْ َاْلإِسْلاَمُ  Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya. Maksud Hadits diatas adalah menguatkan argumen bahwa Islam merupakan agama yang memiliki sistem dan konsep ajaran yang menyeluruh ke semua aspek. Ini berarti Islam memang sangat penting dalam kehidupan. Salah satunya adalah dalam kehidupan sosial bangsa dan negara. Negara Indonesia sebagai negara dengan kekayaan ragam suku budaya serta agama yang ada menjadi satu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Secara bahasa Bhinneka berarti berbeda, tunggal berarti satu, dan ika berarti itu. Secara istilah berarti keberagaman itulah yang kemudian menyatukan kita.  Keberagaman adalah suatu rahmat Tuhan untuk ciptaan Nya. Dalam surat Ar Roum ayat 22 dijelaskan bahwa memang benar adanya kekuasaan Allah atas hal tersebut untuk di...

Perjuangan Mahasiswa dalam Persoalan Pusaran Arus Politik

Kamis, 16 Januari 2020  Pukul 09.00-11.00 WIB Pemateri: Fajar R Zulhermain  Kekayaan terakhir yang dimiliki mahasiswa adalah idealisme. Idealisme harus ditanam dan tumbuh kembangkan sejak menjadi mahasiswa. Selama menjadi mahasiswa kita harus berperan aktif dalam setiap kegiatan yang ada di kampus. Kampus sebagai wahana belajar dan aktualisasi diri perlu jadikan laboratorium untuk mencoba berbagai hal yang sekiranya penting untuk kehidupan kita di masa depan.  Politik sebagai alat untuk mendapat kekuasaan yang kemudian digunakan untuk melakukan kebaikan yang manfaatnya akan dirasakan bersama oleh banyak orang. Politik bisa dipelajari sejak di kampus seperti ikut dalam pemilihan pimpinan organisasi atau kegiatan lain. Ini sangat baik agar ketika lulus dan memilih jalur hidup sebagai politisi, kita sudah memiliki pengalaman.  Selama mahasiswa sebaiknya tidak terang terangan berpolitik seperti ikut partai atau sejenisnya, namun lebih mem fokus kan diri ...

Esensi Ajaran Islam dalam Keadilan Sosial dan Keadilan Ekonomi

Jumat, 17 Januari 2020  Pukul : 09.00-11.00 WIB  Pemateri : Andhito  Keadilan Sosial  Individu adalah organisme yang berbeda dengan yang lainnya. Individu akan membentuk komunitas karena ada pertukaran gagasan. Komunitas yang berinteraksi menjadi masyarakat. Masyarakat melahirkan nilai nilai yang merupakan kesepakatan. Kesepakatan tersebut adalah bentuk dinamika sosial. Dinamika sosial akan selalu menuntut adanya keadilan agar tidak terjadi kesenjangan.  Kembali ke konsep individu, perubahan seseorang dari sekelompok orang tidak bisa ditentukan secara kuantitas tapi dari kualitas yang muncul dari interaksi. Hanya orang yang punya ide besar dan genuine untuk bisa memimpin kemudian yang lain mengikutinya. Orang tersebut terlepas dari berbagai Dogma yang ada, melawan status quo dan bertindak lebih dari yang lainnya. Dogma adalah segala sesuatu yang harus diterima suka atau tidak. Tidak ada kesempatan berpikir atau kebebasan memilih seperti Gerombo...

Manajemen Kaderisasi Menuju Organisasi Modern

Jumat, 17 Januari 2020  Pukul 20.30-23.00 WIB  Pemateri : Arven dan M Yunus Pakiah Batuah  HmI sebagai organisasi yang telah utuh dan sistematis, belakangan kekurangan sumberdaya kader yang berkualitas. HmI seharusnya menjadi tempat berhimpun, berinteraksi, bekerjasama, sinergi, dan kolaborasi. Karakter dan perilaku (akhlak) kader HmI tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman saat ini.  Kader HmI perlu melakukan pendataan dan pemetaan jaringan. HmI yang ada di 216 cabang dengan lebih dari 1000 komisariat, jika saja ada 30 kader aktif di tiap komisariat, maka ada sekitar 3000 kader. Tanggung jawab kita dan juga semua shareholder HMI adalah untuk melakukan perbaikan interkoneksi secara menyeluruh dan terencana. Kemudian siapa yang akan mengeksekusi nya ada pada orang perorang dan yang bertanggung jawab secara penuh adalah pengurus HMI keseluruhan di Indonesia maupun di luar negeri.  Konsekuensi pengurus adalah kepemimpinan yang mengorganisir semua p...

Esensi Ajaran Islam tentang Ilmu Pengetahuan (Pendalaman Nilai-Nilai Dasar Perjuangan)

Gambar
Jumat, 17 Januari 2020  Pukul : 22.00-23.59 WIB  Pemateri : MHR Shikka Songge  Sejak Nabi Muhammad SAW diberikan wahyu pertama oleh Allah SWT perintah Nya adalah kewajiban untuk belajar. Kata Iqra' adalah keharusan membaca realitas sekitar dengan cara pandang Tuhan. Pembelajaran manusia yang seumur hidup sejak dari lahir hingga kematian memerlukan pedoman. Salah satu keuntungan menjadi kader HmI adalah adanya NDP sebagai pedoman dalam perjuangan tersebut. NDP dijadikan dasar Islam tentang ilmu pengetahuan untuk kerangka berpikir, tindakan, dan tatanan pranata sosial (aksiologi). Tahun 1968 pola kader Islam dalam HmI memiliki format yang berbeda setiap cabang. Ini menjadi keresahan karena organisasi nasional tidak mempunyai standar yang sama sangat berbahaya. Kemudian lahirlah NDP sebagai cara pandang kader HmI dalam kehidupan dunia dan akhirat. 7 bab yang ada dalam NDP adalah inti sari Al Quran yang antar bagian nya saling terkait dan menjelaskan.  BAB 1...