Indonesia sebagai Kekuatan Ekonomi Islam di Dunia

Rabu, 15 Januari 2020 
Pukul 20.00-22.00 WIB 
Pemateri : Kamrussamad 

Umat Islam merupakan mayoritas di Indonesia. Secara tidak langsung, ekonomi yang dijalankan harus bernilai keIslaman meskipun sistem ekonomi negara ini tidak berasaskan Islam. Hal tersebut bukan suatu hal yang membatasi gerak umat Islam dalam menguasai ekonomi. Keinginan menguasai bidang ekonomi adalah bentuk kepedulian terhadap umat karena untuk meningkatkan kesejahteraan. 

Dalam konsep ekonomi keumatan, pemberdayaan adalah teladan yang harus diberikan. Umat akan menerima konsep Islam dalam Ekonomi ketika sudah berhasil memberikan bukti dan dampak positif terhadap masyarakat umum. Kader HmI harus berperan aktif dalam upaya tersebut sesuai dengan usaha yang tertuang dalam Anggaran Dasar. Usaha yang diharapkan dimulai sejak sedini mungkin dan dari hal kecil. Hal kecil yang berarti bukan upaya minimal, tetapi justru semaksimal mungkin dalam lingkup yang terukur. 

Dalam memulai bisnis jangan takut bermimpi menjadi besar. Jangan berpikir usaha kita hanya akan seperti UMKM, tapi harus skala industri. Belajar untuk mampu meningkatkan nilai tambah dan diferensiasi produk agar bisa bersaing dengan pasar global. Itulah yang dilakukan Cina dengan kampanye mendukung program beli produk lokal. 

==

KAHMIpreneur 

KAHMIpreneur berdiri tanggal 11 Maret 2018 dengan motto 'the job creator'. Ini merupakan respon positif atas terjadinya Disparitas bidang pengabdian kontribusi alumni HmI untuk bangsa yang sebelumnya hanya berkutat di 3 sektor yaitu akademisi, birokrasi, dan politisi. Dengan demikian, semangat berkewirausahaan ingin terus ditumbuh kembangkan. Modal yang sudah dimiliki oleh organisasi alumni terbesar di Indonesia ini sangat baik untuk tidak memulai perjuangan sektor baru dari nol. 

Salah satu permasalahan utama dalam memulai berbisnis biasanya adalah permodalan uang. Hal ini bisa sangat mudah diselesaikan. HmI dengan jaringan nasional yang kuat dan mengakar sangat bisa membantu. Dorongan untuk membentuk start up baru terus dilakukan. Modal start up yang bisa didapat dengan dua cara yaitu dari angel investor dan crowdfunding. 

Setelah permasalahan utama selesai, kita harus juga mempersiapkan hal lain yang tak kalah penting yaitu sumberdaya manusia. Kamrussamad meminta para kader HmI untuk memiliki beberapa kriteria berikut: 

1. Wajib berbahasa Inggris aktif dan memiliki satu bahasa asing pilihan untuk dipelajari 
2. Penguasaan akan teknologi informasi 
3. Mengasah leadership melalui mentoring dan coaching dengan senior 
4. Mendapat pendidikan berkualitas, gizi, dan kesehatan

Bersama kanda Kamrussamad yang merupakan anggota legislatif DPR RI dari Partai Gerindra

Tanda tangan on the spot dari penulis buku sekaligus pemateri sesi

Bekal ilmu kenang-kenangan setelah berhasil menjawab pertanyaan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Rektor Baru Idaman Mahasiswa IPB

Paradigma dalam Ideologi dan Paradigma Materialisme

Reorientasi Gerakan Politik Mahasiswa