Pancasila sebagai Titik Temu Agama dan Negara
Rabu, 15 Januari 2020
Pukul 14.00-16.00 WIB
Pemateri: Fahmi Dzikrillah
Pancasila adalah karya besar bangsa Indonesia. Sesuatu yang sudah final dan tidak perlu diperdebatkan.
Pancasila adalah falsafah hidup bahagia berbangsa dan bernegara (Yudi Latif). 74 tahun sejak
kemerdekaan Indonesia saat Pancasila disahkan sebagai dasar negara, kita masih belum bisa secara utuh
mengamalkan sila dan nilai nilai yang ada. Tugas besar HmI sesuai dengan tujuan didirikannya harus ikut
serta penyelesaian permasalahan sosial kebangsaan seperti hal tersebut. Mission HmI relevan dengan
visi Indonesia. Kita harus fokus mewujudkan visi Indonesia yang tertuang dalam alinea ke 2 Pembukaan
UUD 1945 yaitu bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Permasalahan lama yang baru ramai kembali diperbincangkan adalah kesesuaian Pancasila dengan
relevansi saat zaman ini. Sila pertama sekarang seakan menjadi fenomena massal di hampir seluruh
wilayah Negara. Padahal dari sejak pengesahannya sebagai dasar negara sudah menjadi kesepakatan
berbagai golongan yang ada di Indonesia. Hal ini terjadi karena kepentingan politik semata yang
dicampurkan dengan isu agama. Umat muslim sebagai mayoritas penduduk seakan menjadi komoditas
yang harus dikuasai suaranya. Para politisi menggunakan berbagai dalih untuk mendapat simpati.
Isu agama tersebut salah satu contohnya adalah Islam yang dianggap intoleran dan ingin menguasai
negara Indonesia untuk kemudian menegakkan ajarannya. Hal ini menjadi penyebab kegaduhan
nasional paling tidak di setiap momen pemilihan umum kepala negara / daerah. Para minoritas hingga
akhirnya bersatu karena merasa dimarjinalkan. Disinilah Islam harus hadir sebagai jalan tengah. Sebagai
agama yang penuh kedamaian dan kasih sayang untuk seluruh alam semesta, Islam harus hadir
memberikan solusi. Umat Islam harus menjadi contoh. Umat Islam Indonesia sudah sangat toleransi bagi
kaum yang termarjinalkan. Banyak bukti di masyarakat dan sebenarnya tidak dipermasalahkan.
Penghapusan 7 kata di sila pertama Piagam Jakarta adalah bukti nyata tak terbantahkan. Dimana Islam
sangat toleran menaungi seluruh kepentingan golongan meskipun punya kesempatan sebagai mayoritas
yang dominan.
Penguatan kembali dasar negara harus dimulai. Salah satunya kepada generasi muda yang akan menjadi
pemimpin bangsa ini kedepan. Cara lama pengenalan harus diperbaharui dengan cara baru yang lebih
kekinian dan bersesuaian dengan zaman. Indonesia harus banyak belajar dari negara lain terkait
pembaruan cara bernegara. Misal, kita perlu mencoba metode baru memperkenalkan Pancasila kepada
anak muda sesuai dengan minat dan ketertarikan. Sebagai contoh, Amerika yang mempromosikan nilai
nilai kebangsaan negaranya melalui film superhero yang seakan akan Amerika adalah penyelamat dunia.
==
Politik Indonesia saat ini banyak sekali terpengaruh oleh sistem ekonomi. Sistem ekonomi Indonesia saat
ini sangat kapitalisme yang bermula dari sistem demokrasi yang cenderung sangat liberal. Uang menjadi
sangat berkuasa dalam politik praktis. Kecerdasan intelektual dan spiritual perlu tapi masih kurang untuk
memenangkan kontestasi politik.
HmI sebagai organisasi besar yang alumninya banyak berkiprah di bidang politik, punya kewajiban
melakukan regenerasi kepemimpinan untuk terus melakukan perubahan. Perkaderan menjadi sangat
penting untuk mengisi pos pos strategis dalam negara. Sektor politik harus didukung oleh sektor
ekonomi agar terjadi stabilitas negara. Stabilitas negara akan tercipta bila masyarakat merasa sejahtera
ketika hak hak hidupnya bisa dipenuhi. Dalam upaya memenuhi hal tersebut, salah satunya adalah
penyediaan lapangan pekerjaan yang layak dan kesesuaian penghasilan untuk kebutuhan.
Sebaiknya mulai saat ini, HmI harus lebih banyak kader yang mencoba kearah enterpreneur untuk
membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terlalu banyak kader yang
menjadi aktifis dan politisi. Jangan merasa nyaman di status quo dan enggan keluar. Karena sektor
ekonomi sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini bisa dilatih sejak
menjadi mahasiswa. HmI bisa berperan melalui Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam di setiap cabang
atau komisariat memiliki minimal satu unit usaha misalnya.
Dengan tercapainya kesejahteraan, diharapkan stabilitas negara untuk menuju visi besarnya semakin
cepat. Kesejahteraan bisa dicapai namun masih jauh dan banyak yg harus dikerjakan.
Ayo bersama kerja
nyata untuk menjadikan Indonesia pemimpin peradaban dunia!
Komentar
Posting Komentar