Bhinneka Tunggal Ika dalam Perspektif Islam

Jumat, 17 January 2020 
Pukul : 13.30-15.30 WIB 
Pemateri : Rizhy Firmansyah 

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“یُعْلَى وَلاَ یَعْلُوْ َاْلإِسْلاَمُ 

Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya.

Maksud Hadits diatas adalah menguatkan argumen bahwa Islam merupakan agama yang memiliki sistem dan konsep ajaran yang menyeluruh ke semua aspek. Ini berarti Islam memang sangat penting dalam kehidupan. Salah satunya adalah dalam kehidupan sosial bangsa dan negara. Negara Indonesia sebagai negara dengan kekayaan ragam suku budaya serta agama yang ada menjadi satu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Secara bahasa Bhinneka berarti berbeda, tunggal berarti satu, dan ika berarti itu. Secara istilah berarti keberagaman itulah yang kemudian menyatukan kita. 

Keberagaman adalah suatu rahmat Tuhan untuk ciptaan Nya. Dalam surat Ar Roum ayat 22 dijelaskan bahwa memang benar adanya kekuasaan Allah atas hal tersebut untuk disampaikan kepada orang beriman. Kemudian dalam surat Al Hujurat ayat 13 dijelaskan bagaimana cara berinteraksi sesama manusia yang memang diciptakan berbeda beda dengan tujuan penyampaian tersebut kepada manusia tidak hanya orang beriman. Ini merupakan bukti bahwa Islam adalah pembawa kedamaian bagi alam semesta sejak di dunia maupun hingga akhirat. 

Kementerian Agama (Kemenag) sejak 2019 memperkenalkan istilah 'Moderasi beragama' sebagai bentuk pencegahan atas perpecahan yang terjadi karena perbedaan keyakinan. Fenomena terorisme yang dikaitkan dengan gerakan radikal yang dituduh dilakukan oleh umat Islam menjadi pembelajaran untuk kita semua. Sifat radikal sangat penting untuk kita selaku individu sebagai pengabdi Tuhan. Namun perlu diingat bahwa Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan serta pemaksaan kepada orang yang berbeda agama. 

Dengan demikian, Kemenag memformulasikan rumusan 4 kata penting yang harus dipegang teguh umat muslim dalam beragama di Indonesia yaitu; 

1. Tawasud, berada di tengah tengah. Muslim sebagai problem solver ketika ada dua kubu baik kanan atau kiri yang berbeda pandangan. 

2. Tawazun, berimbang. Muslim harus independen tidak memihak selain pada kebenaran sesuai ajaran Allah. Keseimbangan ini berarti juga kebaikan dunia akhirat, menyesuaikan amalan untuk Allah dan tidak menyakiti manusia lain. 

3. Taadul, berlaku adil. Adil berarti proporsional bukan berarti sama rasa sama rata. Menempatkan Segala sesuatu di tempatnya. Tepat sasaran. 

4. Tasamuh. Umat Islam dalam berbagai konflik harus selalu bisa berlapang dada dan murah memaafkan sesama manusia. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencari Rektor Baru Idaman Mahasiswa IPB

Paradigma dalam Ideologi dan Paradigma Materialisme

Reorientasi Gerakan Politik Mahasiswa