Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Ironi Menteri di Kabinet ala Mahasiswa

Gambar
Heterogenitas background Indonesia dikenal dengan negeri agraris. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berfokus pada pertanian dalam arti luas, tercatat mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berasal dari 27 provinsi di Indonesia. Hal ini menjadi parameter bahwa pertanian memanglah menjadi identitas bangsa kita. Dimana masih dijadikan prioritas utama oleh anak mudanya dari seluruh daerah untuk melanjutkan pendidikan. Dengan demikian pula mengindikasikan bahwa keberragaman adat, Bahasa, budaya, dan suku di IPB sangat tinggi dari sisi kedaerahan. Dari sisi kerohanian, IPB menaungi seluruh mahasiswa nya dari seluruh agama yang resmi diakui oleh pemerintah dengan mempersilahkan untuk berhimpun dan melaksanakan kegiatan yang positif di dalam kampus. Mahasiswa IPB program sarjana dalam tahun pertama perkuliahannya wajib tinggal dan mengikuti seluruh kegiatan asrama yang ada, sebagai salah satu syarat lulus menjadi sarjana. Kontribusi di- monitoring melalui absensi dan dinil...

Mencari Rektor Baru Idaman Mahasiswa IPB

Gambar
Mencari Rektor Baru Idaman Mahasiswa IPB Propaganda yang dilakukan mahasiswa untuk ikut serta meramaikan momen Pemilihan Rektor Keterlibatan mahasiswa dalam Pemilihan Rektor Sebelumnya mahasiswa sangat aktif dan menebar propaganda untuk bisa ikut andil dalam pemilihan rektor melalui media sosial dan melibatkan masyarakat. Ketika 2007, 3 orang perwakilan mahasiswa masuk dalam rapat MWA untuk bernegosiasi terkait dengan keterlibatan mahasiswa untuk pemilihan rektor dan tata cara yang dikehendaki adalah sistem pemilihan umum. Untuk melakukan aksi turun ke jalan dalam kampus ‘menggeruduk’ rektorat sebanyak 2 kali dengan jumlah massa sekitar 1500 orang dan siap masuk untuk mengambil alih rapat MWA bila hal tersebut tidak disepakati. Aksi berbuah hasil dengan disetujuinya sistem pemilihan umum. Presentase suara MWA berubah menjadi 35% untuk Mendikbud, 30% untuk mahasiswa, dan 35% untuk unsur MWA lain. 30...

Retorika Pertanian Indonesia era Jokowi – JK

Gambar
Aku lahir di negeri sulap Aku besar di republik sulap Negerinya para pakar pesulap Suka menyulap apa saja Dari ga ada hingga di ada – ada Dari yang ada hingga tiada Bim salabim abra akadabra gedebus Silahkan anda memberikan pandangan dari lagu ‘Negeri Sulap’ diatas. Yang pasti mas Tony Q rastafara adalah orang Indonesia. Kita begitu terlena dengan sepenggal lirik lagu Kolam Susu yang dalam bait nya “orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Saya menyimpulkan, dengan cara sederhana dan tidak sengaja saja kita bisa mendapatkan sebuah keberkahan dari Tuhan. Tidak perlu pupuk, irigasi, traktor, dan sebagainya. Tapi nyatanya, pertanian tidak se – sederhana itu. Pertanian adalah pemanenan energy matahari dengan fotosintesis untuk meghasilkan bahan pangan dan serat. Pertanian tidak dibatasi oleh padi, kapas, sawah, caping, cangkul, benih, dan bibit. Dalam istilah agrikompleks, pertanian mencakup bidang perikanan, kelautan, peternakan, ...

Balada Barikade Tani dalam Aksi Mahasiswa #SidangRakyat

Gambar
[Kronologis Represifitas dalam Aksi Peringatan 3 tahunan pemerintahan Jokowi JK] Propaganda Aksi dan 3 point utama tuntutan Aku ingat benar apa yang akan dibawa dalam tuntutan Aksi hari ini ? Karena aku berkesempatan ikut jadi delegasi BEM KM IPB dan merumuskannya dalam ajang Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Badan Eksekutif Mahasiswa se Indonesia (BEM SI) di Malang, Jawa Timur. Dengan modal bacaan sebelumnya di link bit.ly/KajianTuguRakyat Sudah lebih dari 12 hari sejak kejadian malam kelam lalu, ketika kami yang berbondong – bondong datang ke Jakarta diusir paksa dengan bijaksana oleh aparat penindak. Tapi tetap tertanam dalam benak apa yang sebenarnya terjadi malam itu dan mengapa bisa demikian. Terkhusus bagi para mahasiswa IPB yang dengan tanda tanya maha besarnya mempertanyakan, Mengapa bisa demikian ? Mengapa KITA paling banyak ditahan ? . Semoga sedikit penjabaran dariku atas waktu yang sangat sempit saat itu bisa mencurahkan. Percaya atau tidak sejak pagi a...

Aku dan Persib [5] : Totalitas dan Fanatisme

Gambar
#AwayDay Menjelang pertandingan semifinal Indonesia Super League (ISL) 2014 saat itu, Bobotoh dilarang memberikan dukungan secara langsung saat Persib bermain di luar kandang oleh PT. Liga karena supporter Persib dianggap melakukan pelanggaran di pertandingan sebelumnya. Oleh karena itu Ridwan Kamil mengajak Bobotoh untuk menyiasati hukuman tersebut dengan bertelanjang dada, melepaskan segala macam atribut yang mewakili kecintaan mereka terhadap Persib. "Kita simpan semuanya di dalam dada," barangkali seperti itulah makna aksi Ridwan Kamil dan para bobotoh tersebut. Mengetahui tim kesayangannya melaju ke final, semakin banyak Bobotoh yang berdatangan ke Jakabaring. Mereka tak keberatan tak beratribut. Sudah 19 tahun mereka menanti gelar juara. Ketika ada tanda-tanda besar bahwa penantian tersebut akan segera berakhir, mereka akan melakukan apa saja agar dapat terlibat di dalamnya. Maka, pada pertandingan final melawan Persipura, Jakabaring dipenuhi oleh puluhan rib...