Aku dan Persib [5] : Totalitas dan Fanatisme
#AwayDay Menjelang pertandingan semifinal Indonesia Super League (ISL) 2014 saat itu, Bobotoh dilarang memberikan dukungan secara langsung saat Persib bermain di luar kandang oleh PT. Liga karena supporter Persib dianggap melakukan pelanggaran di pertandingan sebelumnya. Oleh karena itu Ridwan Kamil mengajak Bobotoh untuk menyiasati hukuman tersebut dengan bertelanjang dada, melepaskan segala macam atribut yang mewakili kecintaan mereka terhadap Persib. "Kita simpan semuanya di dalam dada," barangkali seperti itulah makna aksi Ridwan Kamil dan para bobotoh tersebut. Mengetahui tim kesayangannya melaju ke final, semakin banyak Bobotoh yang berdatangan ke Jakabaring. Mereka tak keberatan tak beratribut. Sudah 19 tahun mereka menanti gelar juara. Ketika ada tanda-tanda besar bahwa penantian tersebut akan segera berakhir, mereka akan melakukan apa saja agar dapat terlibat di dalamnya. Maka, pada pertandingan final melawan Persipura, Jakabaring dipenuhi oleh puluhan rib...