Maka Nikmat Tuhan-Mu Manakah yang Kamu Dustakan ?
Ketika aku diminta, maka aku akan memberikan segalanya. Semoga surat ini menjadi gurat – gurat yang menjadi penyemangat untuk bersahabat dan menikmati nikmat. Ditambahkan dengan rasa cinta, yang telah mengharu biru hati, menguasai perasaan, memeras habis air mata, dan mencabut rasa ingin tidur. Untukmu, Indonesia.
Kita begitu terlena dengan sepenggal lirik lagu Kolam Susu yang dalam bait nya “orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Maka aku simpulkan, dengan cara sederhana dan tidak sengaja saja kita bisa mendapatkan sebuah keberkahan dari Tuhan. Tapi nyatanya, kehidupan tidak se – sederhana itu.
![]() |
| Raja Ampat, Papua Barat, Indonesia. |
Di Asia Tenggara, Indonesia adalah Negara dengan kawasan terluas, penduduk terbanyak, dan sumberdaya alam terkaya. Hal ini menempatkan kita sebagai kekuatan utama. Letak geografis, dengan diberkait sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia menempatkan Indonesia pada posisi yang sangat strategis dalam jalur pelayaran kontainer global dan perdagangan. Indonesia sudah seharusnya me-monopoli semua yang melintas di wilayah kedaulatan lautnya. Pemberlakuan biaya melintas atau perpajakan lainnya yang bisa disesuaikan dengan valuasi kerusakan dampak lingkungan yang disebabkan kapal – kapal.
Perhatian terhadap benthos bisa dijadikan alasan kuat untuk menjaga kelestarian karena terakumulasi tumpahan minyak atau zat kimia lainnya. Kehidupan plankton yang menjadi pemeran utama dalam produktivitas perairan harus diperhatikan pula. Pemanfaatan atas air laut, yang merupakan dua per tiga wilayah Negara Indonesia harus mulai kita lakukan. Teknologi penurunan salinitas atau kadar garam air laut untuk air minum harus segera direalisasikan dan diproduksi secara masal. Karena mengingat kandungan mineral yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Harapannya hal ini menjadi solusi bagi selalu kurangnya air untuk konsumsi di beberapa wilayah tanah air.
| Keanekaragaman hayati laut Indonesia. |
Industri perikanan tangkap sangat besar dengan beraneka ragam karakteristik laut yang masuk dalam wilayah Indonesia. Terkhusus sebagai pemilik keanekaragaman tertinggi untuk jenis ikan karang. Iklim tropis yang stabil juga menjadi faktor kunci keberhasilan tersedianya produk pangan unggulan dari perikanan. Kelestarian ekosistem karang, lamun, dan mangrove harus terus dijaga sebagai produsen makanan bagi ikan. Prioritas ke arah Blue economy harus mulai dipertimbangkan oleh pemerintah kita. Inilah saat yang tepat untuk bangkit dan mulai mengejar ketertinggalan. Indonesia sebagai Negara agraris dan poros maritim dunia harus terus ditanamkan kepada setiap elemen bangsa. Agar tercapainya tujuan Negara yang tercantum dalam UUD1945.
Dengan melihat dinamika global yang terjadi serta memperhatikan potensi dan peluang keunggulan geografi dan sumberdaya yang ada, Indonesia harus memposisikan dirinya sebagai basis ketahanan maritim dunia. Sudah selayaknya kita menjadi Negara adikuasa. Hal itu belum tercapai karena belum terciptanya kepedulian antar sesama, lebih khusus adalah para pemuda. Dimana angka bonus demografi yang fantastis pada usia kerja seharusnya bisa dijadikan sebuah keuntungan.
Di Indonesia sendiri, sebenarnya terdapat banyak pemuda yang baik dan memiliki sebuah karya. Hanya saja mereka belum bisa tampil ke permukaan atau malah malas. Sayangnya lagi, mereka semua belum memiliki kesempatan untuk bertemu dan berinteraksi untuk kolaborasi. Padahal kita sama – sama yakin diantara hasil diskusi mereka nanti akan ada sebuah titik temu atau irisan tentang visi dan misi yang akan ditempuh untuk memajukan peradaban negeri ini.
Kendala utama sekarang adalah bagaimana cara mempersatukan para pemuda dalam sebuah visi yang besar. Yang didalamnya harus terdapat misi – misi kebaikan dan dari niat tulus ikhlas memberi. Pemuda harapan bangsa harus memimpin negeri ini dengan sebaik – baiknya. Para penyiar kebaikan haruslah berada di garis terdepan dalam pengambil kebijakan dan menempati posisi strategis.
Pemuda hanya butuh kesempatan dan kepercayaan. Bukan bermaksud untuk menyalahkan keadaan. Karena sayangnya di negeri ini, kehadiran pemuda masih dipandang sebelah mata oleh para orangtua yang memiliki kekuasaan. Sehingga kita berada dalam sebuah batasan dan sangat sulit untuk bisa terus berkembang. Bagaimana mereka selalu saja membandingkan antara perencanaan yang matang dengan pengalaman. Yang padahal pengalaman itu sendiri belum tentu baik dan sesuai lagi dengan kondisi sekarang.
Semoga perjalanan nanti menjadi sebuah bahan untuk refleksi diri bagi kita yang sesungguhnya adalah pemuda. Sebagai penerus kejayaan bangsa, sudah saatnya bergerak untuk berbakti pada Ibu Pertiwi.
Negeri ini butuh banyak pemuda pencari solusi, bukan pemuda pemaki – maki. (Ridwan Kamil)
Teruntuk kamu yang membaca, yang aku yakin kamu juga cinta Indonesia.
Daftar Pustaka
Johan, Y., Yulianda, F., Siregar, VP., Karlina, I. 2011. Pengembangan Wisata Bahari Dalam Pengelolaan Sumberdaya Pulau – Pulau Kecil Berbasis Kesesuaian dan Daya Dukung – Studi Kasus Pulau Sebesi Provinsi Lampung. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Pulau – Pulau Kecil Dari Aspek Perikanan Kelautan dan Pertanian. 119 – 129
Tuwo, A. 2011. Pengelolaan Ekowisata Pesisir & Laut (Pendekatan Ekologi, Sosial-Ekonomi, Kelembagaan & Sarana Wilayah). Makassar. Brilian Internasional

Komentar
Posting Komentar