Aku dan Persib [1] : Persib Kiwari
Regulasi
U-23 diproyeksikan untuk persiapan menghadapi Sea Games 2017, AFF CUP, dan
Piala Asia 2018. Agar pelatih timnas mempunyai banyak pilihan dalam menjaring
bakat. Marquee player sendiri
memiliki syarat harus memiliki nilai kontrak diatas batas maximal kontrak
pemain atau 3 miliar rupiah per musim serta pernah bermain minimal 1 kali di
putaran final Piala Dunia. Sebuah harapan positif yang akan membangun iklim
sepakbola dalam negeri lebih bergengsi.
Persib
menjadi salah satu klub yang paling sexy
untuk para investor. Persib yang memiliki basis supporter fanatik seolah
menjadi tambang uang yang akan terus dieksploitasi. Animo Bobotoh dan masyarakat Jawa Barat untuk mendukung klub ini
seakan menjadi magnet bagi para sponsor menawarkan kerjasama. Apalagi Persib
yang sekarang sudah berbentuk PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB), pengelolaan
klub sudah sangat profesional seperti perusahaan swasta yang dikelola oleh
konsorsium.
Indikasi
isu komersialisasi sepakbola yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam
konsorsium pun PT. PBB mencuat. Manager
Persib Bandung, Umuh Muchtar disinyalir salah satu tokoh penting didalamnya,
termasuk juga CEO Inter Milan Erick Thohir yang tergabung didalamnya. Juga
terdengar kabar bahwasanya juga ada rivalitas antara kubu ‘Bandung dan Jakarta’, perbedaan pendapat antara pengurus lokal dengan
para investor dalam tubuh konsorsium itu sendiri. Hal ini semakin menjadi
perpecahan yang seharusnya tidak terjadi. Bagaimanapun kondisi tersebut akan
berpengaruh terhadap fokus dan keseimbangan tim. Yang mana tim sendiri
khususnya pemain tidak akan pernah bisa sendiri tanpa ofisial dan manajemen.
Persib
yang dicetak menjadi tim bertabur bintang justru menjadi boomerang karena terlalu banyak intervensi dan campur tangan
manajemen kedalam tim. Bagaimana mungkin seorang pelatih kepala diatur untuk
melakukan rotasi, dan memilih line up
bahkan tidak mengetahui soal belanja pemain. Djanur dikabarkan tahu akan
kedatangan Michael Essien hanya satu hari sebelum peresmian. Sebuah tindakan
yang tidak perlu dilakukan karena Essien dianggap bukanlah sebuah kebutuhan. Sebuah kecerobohan sikap ketika terlalu menjadikan Persib sebuah bisnis dan industri. Persib
telah melanggar tradisi. Kepercayaan akan produk lokal binaan sendiri, harus
kalah pamor karena pasar dan investasi. Perlu adanya keyakinan penuh dari
manajemen kepada tim kepelatihan untuk menyesuaikan strategi dan taktik di
lapangan. Toh bila kemenangan terus didapat, akan selaras dengan keuntungan
lain.
Dampaknya adalah dari 11 laga yang telah dijalani, Persib hanya mampu 4 kali menang, 4 kali seri, dan 3 kali kalah. 2 kekalahan beruntun dari Bali United yang diisi banyak sekali mantan pemain Persib musim lalu menjadi pukulan telak dan kekalahan dari Bayangkara FC di Bekasi adalah klimaks kekecewaan mendalam dari bobotoh. Persib seakan kehilangan nyawanya. Meskipun setelahnya di laga kandang bisa menang atas Persiba Balikpapan itupun dengan skor tipis 1 – 0 yang saat itu ada di dasar klasemen dan zona degradasi, tim sekelas Persib harusnya bisa lebih dari itu. Persib kembali menelan kekalahan dalam away day melawan tim semenjana Barito Putera. Persib tampil sangat buruk. Persib yang aku saksikan 4 pertandingan terakhir bukanlah Persib yang aku kenal, tapi tetap saja rasa cinta ini tidak pernah dusta. Sampai pluit akhir pertandingan ditiup aku setia menyaksikan dari layar kaca. Bulan Juli ini akan menjadi bulan yang sangat sibuk bagi Persib Bandung. Tercatat 6 pertandingan harus dilakoni termasuk didalamnya El Classico melawan Persija Jakarta tanggal 22 Juli dengan menjadi tim home terlebih dahulu.
![]() |
| Grand Launching Golden Era Persib 2017 |
Dampaknya adalah dari 11 laga yang telah dijalani, Persib hanya mampu 4 kali menang, 4 kali seri, dan 3 kali kalah. 2 kekalahan beruntun dari Bali United yang diisi banyak sekali mantan pemain Persib musim lalu menjadi pukulan telak dan kekalahan dari Bayangkara FC di Bekasi adalah klimaks kekecewaan mendalam dari bobotoh. Persib seakan kehilangan nyawanya. Meskipun setelahnya di laga kandang bisa menang atas Persiba Balikpapan itupun dengan skor tipis 1 – 0 yang saat itu ada di dasar klasemen dan zona degradasi, tim sekelas Persib harusnya bisa lebih dari itu. Persib kembali menelan kekalahan dalam away day melawan tim semenjana Barito Putera. Persib tampil sangat buruk. Persib yang aku saksikan 4 pertandingan terakhir bukanlah Persib yang aku kenal, tapi tetap saja rasa cinta ini tidak pernah dusta. Sampai pluit akhir pertandingan ditiup aku setia menyaksikan dari layar kaca. Bulan Juli ini akan menjadi bulan yang sangat sibuk bagi Persib Bandung. Tercatat 6 pertandingan harus dilakoni termasuk didalamnya El Classico melawan Persija Jakarta tanggal 22 Juli dengan menjadi tim home terlebih dahulu.
![]() |
| Jadwal pertandingan bulan Juli |
![]() |
| Hasil pertandingan hingga pekan ke - 11 |
![]() |
| Klasemen sementara hingga pekan ke - 11 |
Persib perlu melakukan pembenahan menuju bergulirnya putaran kedua. Target juara tidak boleh diturunkan meskipun keadaan sangat sulit. Persib harus bergerak aktif dalam bursa transfer pemain dengan mendatangkan pemain – pemain yang bisa mendongkrak kembali asa dan semangat pemain lain untuk bersama meraih gelar juara.
Dari
sisi teknis permainan, Persib sangat membutuhkan sosok striker target man. Cederanya Serginho Van Dijk
dan belum maksimalnya Charlton Cole harus segera dicarikan solusi. Keduanya memutuskan
balik ke kampung halaman negara asal mereka untuk penyembuhan. Ilja Spasojevic
menjadi opsi terbaik aku pikir untuk saat ini. Mengingat dia pernah membela dan
membawa Persib juara di Piala Presiden 2015 dan musim ini pun cukup moncer
dengan tim nya Melaka United di Malaysia Premier League, hingga menjadi top
skor liga dengan mengemas 30 gol dari 34 pertandingan.
Gaya
bermain Persib yang mapay gawir atau memanfaatkan
lebar lapangan dengan mengandalkan kecepatan di pos sayap tetap harus
disempurnakan dengan finisher yang
baik agar semua peluang yang tercipta tidak sia – sia. Akan percuma maneuver dan
crossing yang dilakukan tanpa finishing
yang baik. Pun apabila melakukan cut inside, karena sejatinya seorang striker harus
tetap terlihat mengamcam didalam penalty
box untuk menarik perhatian ataupun melakukan screening mengelabui bek dan kiper lawan.
Febri Hariyadi, Atep, Tantan sendiri harus mulai mencari gaya bermain baru karena sejauh ini pergerakkannya sudah sangat terbaca dan mudah dihafal. Febri butuh seorang playmaker handal yang mampu mengatur ritme permainan dan supply bola setengah matang untuk kemudian dieksekusi oleh para striker, hal tersebut sementara belum ditemukan di salah satu gelandang Persib saat ini. Mungkin Dedi Kusnandar paling cocok karena teknik passing-nya yang paling baik dan berkelas, namun perannya yang belum berbagi tugas dengan baik dengan Hariono menyebabkan Dedi lebih banyak merebut bola dan menjelajah lapangan dibanding fokeus memberikan keypasses kepada pemain winger ataupun striker. Transisi permainan dari bertahan ke menyerang atau sebaliknya harus terus dilatih. Ya memang, kondisi ini harus didukung oleh hadirnya seorang playmaker jenius yang tahu kapan harus melakukan counter attack cepat, delay bola, ataupun build up play.
Adanya
variasi formasi dari skema 4-5-1dan komposisi pemain juga seharusnya menjadi evaluasi jajaran
kepelatihan. Essien dan Matsunaga yang belum bisa bermain maksimal karena tidak
ditempatkan pada posisi seharusnya. Terlebih untuk Essien sepertinya perlu ada treatment khusus. Essien yang berlabel marquee player dengan nilai kontrak
mencapai 9 miliar semusim seharusnya bisa menjadi teladan yang baik dengan
segudang pengalaman kelas dunia yang dimilikinya, namun harapan besar itu
seakan sirna melihat apa yang dilakukannya di lapangan. Essien belum
menunjukkan kelas dan kedewasaannya, Essien belum bermain dengan hati.
Sedangkan Matsunaga yang hatinya sudah biru tidak banyak diberi kesempatan
tampil dan di posisi idealnya.
Maitimo
dan Kim Jeffrey yang belum menemukan waktu bermain terbaiknya. Pun dengan
pemain U-23 yang masih tidak bermain lepas selain Gian Zola dan Febri Hariyadi.
Henhen Hendriana dan Ahmad Basith harus bisa memanfaatkan waktu 45 menit tiap
pertandingannya untuk membuktikan diri pantas dalam tim bukan karena regulasi.
Apabila memungkinkan sebaiknya ada refreshment
stock. Billy Keraf, Agung Mulyadi, dan Angga Febryanto sebaiknya diganti
dengan pemain yang memiliki gaya bermain berbeda.
Lini
belakang yang merupakan line – up dari tim juara ISL 2014 harus
semakin padu. Taktik defense zonal
marking harus lebih dimatangkan koordinasinya. Back up ketika duo center back overlap pun harus dimengerti
oleh semua pemain. Karena bukan menjadi rahasia lagi bila Vlado dan Jupe
memiliki insting goal yang cukup baik melalui set piece. Rap – rap atau
total football gaya Belanda bisa
dicoba agar rasa saling membutuhkan semakin terjalin. Merebut bola sedini
mungkin harus diterapkan, mungkin metode 8 detik Juergen Klopp dan Pep
Guardiola baik diterapkan. Tidak harus selalu menunggu lawan masuk di sepertiga
terakhir lapangan.
Persib
harus mulai mengurangi ketergantungan pada kekuatan kuartet bek utamanya karena
regulasi. Henhen yang biasa dimainkan sejak awal di bek kanan, menyebabkan
kompetisi antara Supardi dan Tony Sucipto. Jajang Sukmara dan Wildansyah juga
harus diberikan kesempatan tampil agar menjaga kestabilan apabila salah satu
dari Vlado dan Jupe berhalangan tampil karena cedera ataupun akumulasi.
Untuk lini pertahanan kiper, rotasi secara berkala diperlakukan karena kelemahan masing – masing kiper kita sudah terbaca lawan. Made dan Deden bisa bersaing merebut tempat utama. Namun apabila ada lawan yang relatif lebih mudah, tidak salah memberikan jam terbang kepada Imam Arief untuk tampil.
Laga melawan PSM Makassar dan Madura United haruslah menjadi pembuktian, keseriusan Persib untuk ikut dalam perburuan gelar juara. 3 point nanti menjadi harga mati. Secara peringkat keduanya jauh diatas Persib untuk saat ini, juga dari sisi kualitas dan kolektifitas permainan. Ini menjadi tantangan untuk ditaklukan. Persib yang menyetujui regulasi liga mengenai penggunaan pemain U-23 karena merasa sangat dirugikan yang harus ditinggalkan Zola dan Febri hingga akhir Agustus. Persib kemungkinan akan menurunkan tim senior secara penuh untuk misi memangkas jarak dengan pemuncak klasemen sembari terus menjaga asa menjadi juara dan berharap tim lain diatasnya tergelincir.
Laga melawan PSM Makassar dan Madura United haruslah menjadi pembuktian, keseriusan Persib untuk ikut dalam perburuan gelar juara. 3 point nanti menjadi harga mati. Secara peringkat keduanya jauh diatas Persib untuk saat ini, juga dari sisi kualitas dan kolektifitas permainan. Ini menjadi tantangan untuk ditaklukan. Persib yang menyetujui regulasi liga mengenai penggunaan pemain U-23 karena merasa sangat dirugikan yang harus ditinggalkan Zola dan Febri hingga akhir Agustus. Persib kemungkinan akan menurunkan tim senior secara penuh untuk misi memangkas jarak dengan pemuncak klasemen sembari terus menjaga asa menjadi juara dan berharap tim lain diatasnya tergelincir.
Ayo bangkit Persib,
bangkit Maung Bandung ku! Ku yakin kau bisa!





Komentar
Posting Komentar